[Lifestyle] Bagiku rumah adalah tempat membentuknya dua karakter yang berbeda menjadi satu tujuan. Dan rumah menjadi tujuanku untuk kembali pulang. Rumah adalah tempat yang memberikan rasa cinta dan kehangatan. Saat pulang ke rumah tidak ada lagi rasa lelah, apalagi ketika mendapatkan pelukan dan senyuman dari orang-orang yang aku sayangi.
Arti rumah yang sesungguhnya
Semenjak membuka lembaran baru, aku dan suami memulai kehidupan dari nol, jauh dari orangtua dan keluarga besar. Rumah yang kami tempati sangat sederhana, dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi dan dapur. Disinilah tempat kami memulai cerita. Ya, cerita tentang perjalanan kehidupan rumah tangga kami.
Tidak ada yang istimewa, semuanya kami jalani dengan apa adanya. Setelah hidup bersama, kami menjadikan rumah selalu hidup. Biarpun saat itu belum ada buah hati di tengah-tengah kami. Ketika kembali ke rumah dari kantor, tidak ada rasa lelah lagi. Biasanya kami habiskan dengan mengobrol. Setelah memiliki buah hati, rumah tangga begitu lengkap. Ada tawa ceria anak-anak di rumah. Rasa lelah sehabis bekerja juga hilang, kalau melihat senyuman anak-anak.
Setelah berumah tangga, banyak sekali perubahan dalam diri. Terutama kemandirian. Udah ga takut lagi saat ditinggal suami tugas jauh, biarpun ngurusin balita sendirian, kerja juga, tetap terasa happy kok. Karena suami itu selalu ada untukku. Selama menikah tidak ada yang kami tutup-tutupi. Kami belajar untuk mengungkapkan segala hal. Jadi, suami selalu bisa menjadi teman bicara yang menyenangkan.
Tempat aku kerja di rumah
Tapi, setahun lalu, aku seakan merasakan sepi dan hampa. Sehingga membuatku menjadi malas pulang ke rumah. Kenapa?
Setahun lalu, suami pindah tugas ke Jawa Timur. Yang akhirnya saya menjalani LDR (Long Distance Merried). Sedih? Sudah pasti dong. Apalagi saya juga terpisah dari anak yang semuanya memilih sekolah di Jawa Barat. Dan aku harus bertahan dulu di Jakarta. Mengingat waktu itu belum ada rumah di Jawa Timur.
Selama di Jakarta seorang diri, aku jarang diam lama di rumah. Karena terasa kosong, sepi dan selalu membuat sedih. Seperti tidak ada kehangatan lagi di rumah. Biarpun suami sering video call, rasanya pasti beda banget. Setiap pulang ke rumah, hanya tidur dan nonton. Besok paginya sudah pergi lagi. Padahal kerja aja cuma seminggu 3 kali. Tapi aku memilih untuk datang setiap hari. Kalau ada kegiatan lain baru tidak datang. Itu karena tidak mau merasakan kesepian lagi.
Setelah melewati drama kesepian selama 1 tahun, akhirnya bisa menemukan kembali arti rumah yang sesungguhnya. Rumah adalah tempat membentuknya dua karakter, rumah adalah tujuanku kembali pulang, dan rumah adalah tempat yang memberikan rasa cinta dan kehangatan. Itu karena, Juli kemarin aku memutuskan untuk ikut suami, menjemput anak-anak dan kembali bersama seperti dulu. Ini adalah keluarga yang sesungguhnya. Selalu bersama, tak terpisahkan lagi. Amin.
Semenjak tinggal di rumah baru, jadi mulai bebenah lagi. Buat ruang kerja yang nyaman. Biarpun rumah yang sederhana, tetap dong harus di dekor, supaya nyaman dan semangat kerjanya. Kan semenjak ada pandemi, semua kerjaan online. Masih terbayang waktu ga bisa kemana-mana dan di Jakarta sendiri, sempat stress dan nangis terus, karena kesepian. Akhirnya kerjaan suka terganggu. Sekarang sudah tidak lagi, makin happy dan kegiatan makin banyak biarpun di rumah saja.
Rumah adalah
Jujur ya, aku sendiri punya loh rumah impian yang minimalis, dan dekorasi rumahnya pengen rustic gitu gitu deh. Sebelum rumah impian diwujudkan. Sekarang ini suka banget lihat-lihat desain interior di Instagram. Kali saja muncul ide buat rumah impian nanti.
Pas banget, 17 September lalu, ikutan Virtual Media Briefing bertemakan "Wujudkan Tiap Ide #RumahAdalah Bagi Anda dengan Personalisasi" yang menghadirkan narasumber, seperti:
Rina Renville, Chairman Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta.
Nike Prima, Co-Founder & Creative Director @livinglovingnet, dan
Niken Widyasti, Operational Offer Manager Schneider Electric Indonesia.
Di masa pandemi ini, kita semua banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Bekerja dan belajar juga di rumah saja. Kalau aku tentu saja senang, karena 4 bulan pertama saat pandemi itu sendirian saja. Sekarang sudah bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak dan suami. Ketika ada anak, pekerjaan sebanyak apapun tidak merasa lelah. Karena ada yang menemani juga. Dan saya sendiri memang sengaja bikin ruangan kerja mini, supaya lebih nyaman. Jadi setelah mendampingi anak PJJ, bisa melanjutkan kerja juga.
Rina Renville selaku Chairman Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa suasana rumah yang nyaman itu bisa membangun energi positif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Salah satu caranya adalah dengan mendesain interior rumah yang lebih personal, unik dan dekat dengan alam yang mencerminkan nilai hidup.
Mengikuti Virtual Media Briefing bertemakan "Wujudkan Tiap Ide #RumahAdalah Bagi Anda dengan Personalisasi"
Benar juga loh, saya sendiri mengatur ruangan kerja, pengennya dekat jendela, karena bisa melihat pemandangan rumah yang asri. Jadi pikiran lebih fresh juga. Tentunya kerja jadi makin happy loh. Dengan ruangan yang minimalis, jadi lebih personal juga. Menurut Rina, personalisasi merupakan perpaduan antara kejujuran terhadap diri sendiri, keunikan dan perhatian terhadap hal-hal detail. Ada beberapa cara sederhana dalam personalisasi desain interior menurut Rina, yakni dengan memasukkan berbagai detail kecil yang memiliki makna khusus bagi keluarga, seperti:
Menambahkan foto keluarga.
Memanjang koleksi benda atau barang yang bersejarah.
Penambahan akses, Pemilihan warna dan material yang berhubungan dengan alam.
Rumah juga menjadi tempat nyaman buat belajar
Nah, kalau aku sendiri lebih suka menempelkan foto, hiasan kecil di dinding, dan beberapa penghargaan supaya lebih memotivasi diri untuk lebih bersemangat dalam bekerja.Bahkan disamping kerja lebih suka menyimpan bunga segar, yang kalau udah kering tinggal ganti saja. Dan setiap orang itu pasti memiliki arti rumahnya tersendiri ya. Jadinya setiap orang punya keinginan berbeda dalam mendesain interior ruumah, supaya lebih personal.
Seperti menurut Nike Prima selaku Co-founder & Creative Director Living Loving yang mengungkapkan bahwa #rumahadalah tempat buat dirinya bebas berekspresi menjadi diri sendiri. Nike juga mengungkapkan bahwa dalam mendesain rumah itu, ada pronsip dalam membangun koneksi sedekat mungkin antara interior dengan apa yang menjadi nilai-nilai penting dalam keluarga.
Nah ini yang menarik nih. Karena dalam mendesain rumah, Nike sangat memperhatikan pemilihan finishing, fixtures furniture hingga ornamen dekorasi. Termasuk dalam memilih sakelar, yang dipilihnya dari Schneider Electric yang dapat dicetak dengan berbagai desain sesuai keinginan kita loh. Menarik bangetkan? Jadinya bisa selaras gitu sama karakter pemilik rumah.
Desain interior rumah dengan AvatarOn yang lebih personal
Photo by AvatarOn Personalized
Suka sekali dengan pembahasan virtual media briefing beberapa waktu lalu, jadinya belajar juga nih, bagaimana bisa mewujudkan desain rumah sesuai karakterku sendiri. Selain dapat belajar tentang tips mendesain interior rumah sesuai karateristik, jadi berkenalan juga dengan inovasi yang dihadirkan Schneider Electric. Sehingga bisa menambah pilihan dalam personalisasi desain interior rumah.
Schneider Electric adalah perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomatisasi yang efisien dan berkelanjutan. Schneider Electric menggabungkan teknologi energi terkemuka di dunia, otomatisasi real-time, perangkat lunak dan layanan ke dalam solusi terintegrasi untuk rumah, bangunan, hingga industri. Sehingga hadir juga nih AvatarOnyang merupakan terobosan terbaru untuk mewujudkan personalisasi desain interior.
Schneider Electric juga meluncurkan kampanye #RumahAdalah untuk menggalakkan pentingnya personalisasi hidupkan kembali rumah. Disinilah kita diajak untuk bisa merefleksikan kembali arti rumah bagi masyarakat. Tujuannya untuk menginspirasi masyarakat agar menjadi diri sendiri, dan mencerminkan siapa dirinya, gayanya, hingga gaya hidupnya. Sepertihalnya aku yang sudah menemukan kembali arti rumah yang sesungguhnya, jadi bisa hidupkan kembali. Apalagi kalau bisa desain interior rumah yang lebih personal ya, dengan saklar AvatarOn. Jadi pengen membuat sesuai karakterku.
Photo by AvatarOn
Menurut Niken Widyasti, selaku Operational Offer Manager Schneider Electric Indonesia mengungkapkan bahwa AvatarOn memungkinkan sakelar menjasdi satu kesatuuan konsep interuor rumah yang semakin memperkuat kesan stylish, personal dan multifungsi.
Terus apa ya yang menjadi kelebihan dari Sakelar AvatarON ini?
Ada beberapa hal nih, seperti:
Desain penutup yang bisa sesuai keinginan.
Desain penutup dapat dicetak dengan berbagai desain. Bisa itu foto, replika tangan dan kakai bayi, hingga momen bersejarah bagi keluarga.
Menawarkan berbagai pilihan warna atau variasi lapisan.
Bentuk ramping tanpa bingkai, dan pas menempel di dinding.
Personalisasi tampilan perangkat lebih mudah.
Kombinasi esterika dan fungsional.
Desain kontak yang tipis dan halus.
Meminimalisir resiko percikan api.
Soft LED Locator menyatu sempurna dengan permukaan sakelar.
Dilengkapi fluorescent LED locators di bagian bawah dengan pencahayaan yang lembut.
Mencakup aksesoris multifungsi, sehingga menjawab kebutuhan rumah bagi diri sendiri dan keluarga.
Tentu saja ini menarik ya, memiliki sakelar yang sesuai keinginan. Sehingga rumah jadi lebih cakep. Apalagi AvatarOn adalah peraih penghargaan IG Design Award 2017 yang hadir dengan teknologi slim rocker, dan sure click. Dalam kampanye ini, Schneider Electric menggandeng beberapa influencer, mulai dari Living loving, Rumah Nano, Nana Mirdad, Dr. Agnes, dan Ellyse Sinsilia untuk berbagi kisah dalam memaknai arti rumah bagi dirinya dan keluarga.
Pengen punya sakelar AvatorON? Cara belinya dimana ya?
Photo by AvatarOn
Buat yang pengen sakelarnya sesuai keinginan. Niken mengungkapkan bahwa AvatarOn ini bisa di beli di pusat elektronik,hingga marketplace. Sedangkan untuk desain penutup AvatarON, bisa membeli dan cetak AvatarOn di Snappy terdekat sebagai vendor percetakan resmi. Bahkan di Marketplace seperti Tokopedia ada promo diskon loh 16% dengan cashback 5% untuk pembelian AvatarOn selama bulan September. Mantep bangetkan ini, jadi pengen punya 2 saja gitu.
Jadi gimana? Sudah menemukan lembali arti rumah yang sesungguhnya?
Aku tentu saja sudah dong. Karena rumah adalah tempat kita mendapatkan cinta dan kehangatan keluarga.
Menemukan Kembali Arti Rumah Yang Sesungguhnya
Rating: 4.5
Diposkan Oleh: Ahadi muslih
0 comments:
Post a Comment