Sunday, June 21, 2020

Investasi Saat Pandemi


[Keuangan] Pandemi sudah masuk Indonesia sejak bulan Maret 2020, itu artinya sudah mau 3 bulan. Banyak hal tentunya berubah, dari mulai bekerja, hingga memenuhi kebutuhan. Saat pandemi ini banyak sekali yang terdampak, dari mulai usaha yang omzetnya turun, kehilangan pekerjaan, hingga akhirnya terasa ekonomi semakin sulit. Bahkan pasar modal dunia dan Indonesia juga mengalami koreksi. Biarpun kondisi pasar terdampak pandemi, Prudential Indonesia dans Eastspring Indonesia melakukan sejumlah strategi.

Tetap optimis investasi 

Saat pandemi masuk Indonesia, sempat ngobrol dan tanya pada beberapa teman, apakah lebih baik investasi dicairkan saja ya? Dan mereka melarang, karena memang investasi yang saya lakukan untuk jangka panjang, biarkan saja dulu. Kalau dananya ada, bisa banget ditambah. Semenjak itu udah deh saya memilih biarkan saja investasi di beberapa instrumen. Saya yakin semuanya akan segera membaik.

Maka dari itu, selama pandemi ini saya tetap investasi. Bahkan mengatur dan menggunakan uang sebijak mungkin. Biarpun penghasilan turun dan kehilangan dua pekerjaan. Bukan berarti pos keuangan harus diubah, justru tetap dilakukan seperti biasa. Ada dana darurat, tabungan, bayar asuransi hingga investasi. Bahkan selama di rumah saja, saya jauh lebih hemat, jadi uang trasportasi yang buat bekerja, salah simpan saja di dalam tabungan. Sedangkan pos gaya hidup saya masukkan saja ke investasi, lagian udah ga ada nonton lagi, ngemall, apalagi beli skincare. Selama pandemi cukup duduk manis di rumah.

Sebenarnya, selama pandemi ini apakah aman tetap investasi?

Ngobrolin tentang investasi, Pada 17 Juni 2020 lalu, saya sempat mengikuti webinar tentang "Investment Highlight and Market Outlook", bersama Prudential Indonesia yang merupakan pemimpin pasar insdustri asuransi jiwa Indonesia dan Eastspring Indonesia yang merupakan perusahaan manajer investasi dengan total dana kelolaan terbesar di Indonesia. Eastpring Indonesia juga dipercayakan oleh Prudential Indonesia untuk mengelola investasi nasabahnya. Hadir dalam webinar kali ini 3 narasumber, yakni:

  • Novi Imelda selaku Chief Investment Officer Prudential Indonesia.
  • Alan T. Darmawan selaku Chief Executive Officer Eastspring Indonesia.
  • Ari Pitojo selaku Chief Investment Officer Eastspring Indonesia.
Dari narasumber-narasumber ini, jadi tahu nih di tengah fase normal baru (New Normal) kita bisa mengambil langkah panjang dengan tetap berinvestasi, supaya dapat mencapai imbal investasi yang lebih tinggi. Iya sih bener saya setuju. Mengingat investasi yang saya lakukan tujuannya untuk jangka panjang, jadi saat pandemi ini justru bisa terus dilakukan, biarpun tidak terlalu banyak. 

Dari penyampaian ibu Novi jadi tahu juga nih bagaimana kondisi pasar di tahun 2019 kemarin. Bahwa biarpun kondisi pasar bergejolak, kinerja investasi dari Prudential Indonesia di tahun 2019 menunjukkan kinerja dana investasi PRUlink yang positif. Total aset investasi menguat 3% menjadi berjumlah 74,5 trilliun rupiah. Dan dari 26 dana investasi yang ada di Prudential Indonesia, 85% Dana Investasi PRUlink ada di kuartil 1 dan 2. Kinerja PRUlink Rupiah Equity Fund sejak terbit 15,23% pertahun. 

Untuk tahun 2019 ini, Prudential Indonesia juga mendapatkan 5 penghargaan untuk performance 5 dan 10 tahun. Semua dana investasi PRUlink selama 2019 memiliki kinerja positif dari mulai PRUlink Rupiah Managed Fund (RMF), PRUlink Rupiah Fixed Income Fund (RFF), PRUlink Dollar Fixed Income Fund (DFF), PRUlink Syariah ASPAC Equity Fund (SAPF), hingga PRUlink Rupiah Equity Fund (REF). 

Menurut ibu Novi, dimasa pandemi Covid-19 ini, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia juga menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memilih saham, dimana perusahaan akan memilih berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat. tentunya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi jangka panjang, seperti konsumsi, komunikasi dan kesehatan. Nah, terus yang harus dilakukan nasabah apa ya? Prudential Indonesia tetap melakukan komunikasi dengan para nasabah, dengan message seperti:
  • Menjaga proteksi tetap aktif.
  • Tetap bayar premi regular untuk Unit Cost Averraging.
  • Top up bertahap untuk potensi keuntungan jangka panjang.
  • Memanfaatkan premium redirection untuk rebalancing sesuai profil resiko terkini.
  • Mempertimbangkan rebalancing nilai tunai untuk menurunkan fluktuasi dengan melakukan diversifikasi pilihan dana investasi sesuai profil resiko.
Untuk profil resiko tentu ini yang harus diperhatikan nih, apalagi untuk nasabah yang masih single atau sudah berumah tangga. Jadi para nasabah selama pandemi ini usahakan untuk tetap tenang dan tetap berinvestasi, cek kesesuaian profil resiko, cek pencapaian tujuan investasi dan kesempatan Top Up bertahap untuk potensi keuntungan jangka panjang. 

Mengingat selama pandemi ini kita harus tetap tenang, penting loh memiliki asuransi dan investasi. Buat yang ingin memulai investasi saat pandemi, tentunya harus memperhatikan beberapa hal, mulai dari:

Ilustrasi memulai investasi (Photo by Canva)
  • Kenali tujuan berinvestasi. Sebelum memulai investasi, harus tahu dulu nih tujuannya buat apa? Misal untuk dana pendidikan atau dana pensiun. Sehingga kita bisa menentukan juga jangka waktunya. Pastinya kalau untuk dana pensiun adalah jangka panjang, bisa untuk 10 atau 15 tahun lagi. Dan tentunya harus disiplin ya.
  • Kenali profil resiko. Pasti sudah tahukan, ketika semakin tinggi resiko, berarti semakin besar juga imbal baliknya. Profil resiko biasanya dipengaruhi juga dengan faktor usia hingga pemahaman tentang investasi. Menurut profil resiko, ada 3 kategori investor, seperti konservatif yang cenderung aman misalnya saja deposito. Ada juga moderat yang berisiko lebih besar, namun tetap berhati-hati. Dan yang terakhir adalah agresif yang tentunya berani mengambil resiko tinggi.
  • Kenali instrumen investasi. Setelah mengetahui tujuan investasi buat apa saja, dan sudah mengenali profil resiko. Bisa mulai deh memilih instrumen investasi, apa mau investasi di saham, deposito, reksadana hingga obligasi.
Nah buat yang ingin merasakan manfaat assuransi dan investasi, bisa memilih Prudential Indonesia. Dimana kita bisa santai aja kok, karena investasinya dikelola Eastspring Indonesia. Bahkan bersama Eastspring Indonesia akan terus memonitor kondisi pasar, sehingga bisa mencari peluang. Bahkan terus berinvestasi dalam strategi investasi dan jenis dana investasi, kalau tadi sudah mengenal 26, ada lagi nih seperti multi asset fund dan income fund. 

Dalam webinar ini, kita juga jadi tahu responsible investment, seperti:
  • Prudential Indonesia: Kebijakan investasi, arahan investasi (tujuan investasi, tolak ukur, instrumen investasi, batasan dan larangan), pengelolaan resiko, kontrol dan lapor.
  • Eastpring Indonesia: Pedomen pengelolaan, pengelolaan resiko, kontrol dan lapor, UN Principles for Responsible Investment.

Investasi saat pandemi

Ilustrasi Investasi (photo by Canva)

Dengan begini nasabah bisa tetap tenang ya, dan bisa terus berinvestasi saat pandemi. Apalagi dengan adanya Eastspring Indonesia salah satu grup dari Prudential Indonesia, yang ada di 11 negara, dengan sejarah 25 tahun beroperasi, dengan 3000 karyawan. Bahkan sudah banyak sekali mendapatkan award, salah satunya Best Unit link.

Dia tahun 2019 ini Eastspring juga sudah melakukan kolaborasi dengan Prudential Indonesia. Dalam pemaparan pak Alan, bahwa memprediksi pandemi dapat terkendali tetapi tidak dalam waktu singkat dan ekonomi akan terus tumbuh. Dan situasi ini hanyalah fluktuasi sementara dan pasar indonesia akan pulih. Maka dari itu, tentu ini bisa menjadi kesempatan nasabah untuk bisa tetap investasi saat pandemi, dan ini waktu yang tepat supaya bisa mencapai imbal investasi dalam jangka panjang. Dan disini juga pak Alan menjelaskan tentang ESG Facrors Important Through Investment Processes, mulai dari investment strategy, company analysis, portfolio construction, stewardship, measurement and reporting.

Adanya Covid-19 ini membawa sesuatu yang besar, banyak hal berubah. Ekonomi juga terganggu dalam skala yang pasif. Untuk IHSG turun -18,6% (per 9 Juni) sejak awal tahun dan sempat terkoreksi ke level di bawah 4 ribu (-35%). Rupiah flat dan diperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 0,5% pada saat yang sama. Sedangkan ekonomi global dapat turun -3% pada tahun 2020, karena adanya lockdown besar-besaran, diperkirakan akan pulih sebesar 5,8% pada 2021. Dari pemaparan pak Ari disebutkan bahwa Eastspring memprediksi bahwa badai pasti berlalu, pasar akan pulih dalam jangka waktu menengah/panjang.

Melihat dari kasus SARS, tidak semua sektor jelek, ada sektor biarpun ekonomi jatuh, sektornya tetap bagus. Eastrping Indonesia tidak ingin investasi hanya terpaku pada sektor tertentu, wilayah tertentu, maupun negara tertentu. Masing-masing negara melakukan kebijakan. Begitupun dengan Indonesia. Perjalanan pemulihan masih panjang, dan ketidakpastian masih tinggi. Namun demikian, komitmen kebijakan untuk pemulihan sudah disampaikan dan dibuktikan. Untuk itu Prudential dan Eastspring Indonesia senantiasa mengeksplorasi kinerja optimal melalui investasi, baik di Indonesia maupun luar Indonesia.

Semoga saja ya Covid-19 ini cepat hilang, dan kondisi cepat pulih. Biarpun kita ga akan tahun kapan Covid-19 hilang, kita harus tetap optimis, tetap tenang dan selalu jaga kesehatan. Yang paling penting jangan lupa memiliki asuransi untuk proteksi diri dan tetap berinvestasi secara berkala, sehingga tujuan investasi juga cepat terwujud. Semoga rezeki kita juga semakin lancar, sehingga bisa mewujudkan segala mimpi yang diinginkan, hingga bisa disiplin dalam berinvestasi.

Investasi Saat Pandemi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ahadi muslih

0 comments:

Post a Comment