Tapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan, entah itu saat menggunakan transportasi publik, maupun saat di tempat kerja. Bahkan Kementerian Perhubungan menyiapkan sistem transportasi yang berkonsep higienis dan humanis, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman produktif.
Kebiasaan baru selama pandemi
![]() |
| Ilustrasi work from home (Photo by Canva) |
Jujur saya rindu sekali bekerja di kantor, keliling toko dan laundry, hingga meeting sama team. Mungkin karena terbiasa beraktivitas di luar, saat diam di rumah saja, jadi terasa beda. Tapi biarpun begitu, di rumah bisa terus produktif kok. Dan Alhamdulillah masih bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan, biarpun tidak seperti biasanya. Karena semenjak adanya Covid-19 banyak yang terdampak, dari kehilangan pekerjaan, hingga usaha tutup. Salah satunya tempat usaha, dimana saya bekerja secara freelance. Semua aktivitas berhenti, dan karyawan dirumahkan sampai kondisi benar-benar stabil dan bisa berjualan lagi.
Bahkan usaha weddingku juga sama kok terdampak, semua resepsi untuk bulan April, Juni dan Juli dibatalkan untuk mencegah penularan virus corona. Biarpun sekarang masuk adaptasi kebiasaan baru, bukan berarti semua dah normal, karena sampai sekarang virus corona belum hilang. Jadi hanya akad nikah dan syukuran kecil di rumah. Maka dari itu, ga bisa ajak team kerja bareng buat sementara. Untuk mempertahankan usaha ini, saya tetap menerima pembuatan mahar dan hantaran. Sehingga nantinya, uang yang dihasilkan bisa saya simpan dan putar kembali, sampai ekonomi kembali normal. Yang penting saat ini, amankan tabungan dan siapkan dana darurat.
Selama hampir 3 bulan, aktivitas saya lebih banyak di rumah, tapi jadi menemukan kebiasaan-kebiasaan baru, yang kedepannya bisa terus dilakukan, mengingat pandemi belum hilang, seperti:
Seperti yang saya ungkapkan di atas, semenjak pandemi, resepsi dibatalkan. Jadi urusan nikah tidak banyak. Hanya akad nikah dan syukuran keluarga saja, jadi tidak terlalu banyak yang dikerjakan. Jadi dari awal mei hingga masuk adaptasi kebiasaan normal ini, selain ngurusin akad, saya memilih membuat souvenir dan hantaran nikah. Supaya tetap produktif juga di rumah.
Untuk kebutuhan membuat souvenir dan hantaran, saya ga terlalu pusing, biarpun toko langganan banyak yang tutup, karena semua bahan masih bisa saya secara online melalui whatsapp dan dikirimkan dengan transportasi online. Bahkan ada toko langganan buka online juga di e-commerce, pengiriman dengan ekspedisi dari luar kota tetap lancar sampai sekarang. Sehingga semua pesanan dan kerjaan bisa selesai tepat waktu.
2. Belanja kebutuhan secara online
Sebelum adanya Covid-19, saya termasuk jarang belanja online. Kecuali punya voucher belanja, atau lagi males keluar rumah. Sekarang ini, lebih memilih belanja kebutuhan secara online, entah itu belanja bulanan, beli kebutuhan anak di kampung hingga belanja sayuran. Tapi semenjak pandemi, semua kebutuhan itu saya beli secara online, dari mulai belanja kebutuhan anak di e-commerce, hingga belanja sayur di aplikasi khusus sayuran.
![]() |
| Ilustrasi belanja (dokumen pribadi) |
3. Kembali memasak dengan makanan sehat
Kalau hari biasa tuh, makan lebih banyak di kantor, atau beli di luar. Iya biarpun kerja cuma seminggu 3 kali, tetap dapat jatah makan. Jadi udah jarang banget masak. Tapi semenjak pandemi, saya memilih kembali memasak untuk berhemat juga. Ekonomi lagi sulit, jadi uang harus diatur sebijak mungkin. Ga banyak menu yang saya masak, yang penting konsumsi makanan sehat.
Selama pandemi hingga sekarang masuk masa adaptasi kebiasaan normal, pasokan sayur dan kebutuhan itu tetap aman di pasaran. Sehingga saat saya pesan secara online maupun beli di tukang sayur langganan tetap aman dan lancar. Bahkan kalau beli online, pesan pagi hari, sorenya sudah dianterin dengan transportasi online.
4. Kerja online
Semenjak ada pandemi, semua kantor menerapkan work from home, begitupun dengan saya. Semenjak work from home ini, saya harus memulai dengan jadwal baru. Karena biasanya harus ada aktivitas keluar untuk cek beberapa toko. Sekarang karena ga bisa, jadi semua kerjaan dikerjakan online. Sedangkan untuk urusan berkas, akan dikirimkan ke rumah. Lagian ada tol, Cikarang Halim tetap lancar kok, jadi semua tetap berjalan lancar hingga sekarang.
5. Olahraga
Biasanya olahraga tuh paling sempat seminggu 3 kali, sekarang bisa tiap hari nih. Selain kerjaan sudah terjadwal, jadi olahraga juga harus dijadwal sebaik mungkin.Malah akhirnya tergoda juga beli beberapa alat olahraga secara online.
Biarpun semua aktivitas dan memenuhi semua kebutuhan lebih banyak dilakukan secara online, yang penting tetap produktif di rumah. Belanja online juga bisa membantu perekonomian. Seperti dalam artikel yang saya baca di www.beritasatu.com, di bulan April 2020 peneliti lembaga kajian ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengungkapkan bahwa Ekonomi diprediksi memang akan turun akibad Covid-19, namun penjualan daring setidaknya dapat menahan penurunan ekonomi lebih dalam.
Lanjut Rusli bahwa belanja online dapat mengurangi interaksi, sehingga penyebaran wabah lebih terkendali. Selain itu, Rusli juga mengharapkan perusahaan yang menjajakan via daring dapat menyerap produk-produk yang ada di pasar tradisional agar keberadaannya tidak tergerus.
Aman produktif selama Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal)
![]() |
| Dokumen pribadi |
Tentu kita semua ingin semuanya cepat kembali normal. Begitupun dengan perekonomian bangsa. Salah satu cara saya membantu ekonomi sekitar, juga dengan belanja di tukang sayur, belanja makanan di teman kalau memang dibutuhkan, hingga selama di rumah memilih belanja online.
Masuk masa transisi dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal), sektor perekonomian sudah mulai dibuka kembali. Seperti dalam artikel www.merdeka.com, bahwa penerapan new normal, pemerintah umumkan 9 sektor ekonomi dibuka untuk melaksanakan masyarakat produktif. Adapun sektor ekonomi yang dibuka kembali meliputi pertambangan, perminyakan, industri, kontruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.
Transportasi publik juga mulai dibuka kembali, begitupun dengan perusahaan-perusahaan. Sehingga masyarakat kembali beraktivitas. Tapi yang perlu menjadi perhatian adalah sikap disiplin mengikuti peraturan, terutama dalam protokol kesehatan. Sepertihalnya Kementerian Perhubungan juga menyiapkan kebijakan transportasi yang higienis dan humanis. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan dan physical distancing.
Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) supaya beraktivitas tetap aman dan produktif, bisa perhatikan 5 hal berikut:
![]() |
| Dokumen pribadi |
- Patuhi protokol kesehatan mulai dari jaga kebersihan tangan (cuci tangan setelah beraktivitas atau gunakan hand sanitizer), jangan menyentuh wajah dengan tangan kotor, perhatikan etika batuk dan bersih, gunakan selalu masker saat beraktivitas, jaga pola hidup sehat, dan jaga jarak aman saat di luar.
- Bawa baju ganti saat bekerja. Jadi, saat sampai kantor setelah menggunakan transportasi publik, bisa ganti dulu. Begitupun saat pulang kerja ke rumah usahakan langsung mandi dan ganti baju.
- Kemanapun harus bawa hand sanitizer, obat dan masker buat ganti. Untuk kain bisa digunakan maksimal 4 jam, sedangkan masker sekali pakai bisa gunakan maksimal 8 jam.
- Saat bekerja, jangan lupa untuk membawa alat makan dan minum sendiri. Serta membawa alat ibadah sendiri seperti sajadah dan mukena.
- Saat naik transportasi publik jangan terlalu banyak ngerumpi sama teman, lebih baik diam saja.
- Batasi bepergian kalau memang tidak penting. Usahakan tidak membawa anak dan lansia saat naik transportasi publik.
- Apabila berangkat bekerja atau belanja menggunakan ojek online, usahakan bawa helm sendiri.
- Saat belanja di supermarket atau mini market usahakan menggunakan sarung tangan, jaga jarak dan gunakan masker. Kalau sudah selesai belanja langsung cuci tangan saja, biarpun pakai sarung tangan.
- Saat transaksi bisa gunakan non tunai. Kalau memang malas belanja keluar, bisa belanja online juga.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, semoga kita selalu sehat. Paling utama adalah mematuhi protokol kesehatan, supaya tetap aman, sehingga kita bisa selalu produktif, tentunya dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Karena kunci produktif adalah aman. Sehingga kita bisa selalu tenang saat kembali bekerja, mencari rezeki, dan bangkit untuk mengejar cita-cita, biarpun di tengah pandemi.
Saat mulai beraktivitas dengan menggunakan transportasi publik, tentu banyak sekali harapan dari kita sebagai penggunanya, termasuk saya sendiri saat masuk adaptasi kebiasaan baru, mulai dari:
![]() |
| Adaptasi Kebiasaan Baru (Dokumen pribadi) |
- Mengingat belum pulang kampung sampai sekarang, semoga kereta api jarak jauh secepatnya beroperasi.
- Mengingat ekonomi sedang sulit dan banyak masyarakat menggunakan transportasi publik, semoga tidak ada kenaikan harga saat adaptasi kebiasaan baru. Begitupun dengan tarif tol.
- Di daerah banyak sekali petani, tapi terkadang aksesnya jauh sekali, karena di pelosok. Semoga saja, daerah-daerah yang aksesnya masih sulit diberi kemudahan. Sehingga para petani pun mendapat kemudahan dalam mengirimkan hasil tani ke pasar.
- Karena saya anak daerah. Kadang kalau kemalaman di jalan suka bingung cari transportasi. Semoga saja angkutan umum dipedesaaan juga bisa beroperasi lebih lama, sehingga akses pulang ke kampung lebih mudah.
- Karena sebentar lagi angkutan luar kota di buka, tentu ada keinginan untuk pulang kampung. Harapan saya akses ke kampung halaman jadi lebih cepat. Apalagi kalau lebaran, nagreg suka padat. Semoga kedepannya ada tol lagi menuju kota kelahiran, sehingga bisa memperpendek jarak tempuh.
Semoga saja pandemi ini segera berakhir, sektor ekonomi kembali pulih. Dan transportasi yang selalu kita gunakan setiap hari semakin nyaman. Dan saat ini, kita sebagai masyarakat untuk disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan. Supaya pandemi ini segera berakhir. Saat naik transportasi publik ingat jaga jarak, gunakan masker dan tidak udah banyak bicara. Kalau perlu batasi juga bepergian. Jangan lupa jaga kesehatan dan tetap aman dari virus, sehingga kita selalu produktif saat Adaptasi Kebiasaan Baru.
Sumber tentang sektor ekonomi:
- https://www.beritasatu.com/digital/619231-indef-belanja-online-tahan-penurunan-ekonomi-akibat-covid19
- https://www.merdeka.com/peristiwa/penerapan-new-normal-pemerintah-umumkan-9-sektor-ekonomi-yang-kembali-dibuka.html








0 comments:
Post a Comment