Thursday, October 22, 2020

Disiplin Menggunakan Masker Saat Keluar Rumah


[Lifestyle] Di masa pandemi ini, menggunakan masker menjadi sebuah keharusan. Kalau tahun lalu, kita keluar rumah pakai masker untuk terhindar dari polusi udara. Kini, kita pakai masker untuk sama-sama berjuang mencegah penularan Covid-19. Maka dari itu penting sekali disiplin menggunakan masker saat keluar rumah.

Membiasakan diri pakai masker

Pasti semua sudah tahu, angka yang yang tertular Covid-19 semakin naik. Sedih memang lihatnya, mau keluar rumah saja pikir-pikir dulu. Tidak mau mengorbankan kesehatan keluarga. Jadi, lebih memilih tinggal di rumah saja, keluarpun kalau ada hal penting, seperti mengurus pekerjaan.

Jadi ingat, ketika masih di Jakarta dan tinggal sendiri, mau keluar rumah perlengkapan yang dibawa doubel, padahal cuman ambil berkas di kantor, itupun ga pernah lama, paling 1-2 jam saja. Kalau ditas biasanya cuma alat tulis, air minum dan make up. Sekarang bawa juga masker pengganti, hand sanitizer, baju dan hijab buat ganti, hingga alat makan sendiri. Ribet sih, tapi ya biar aman gitu.


Dari dulu sebenarnya sudah terbiasa pakai masker. Apalagi kalau kerjakan pakai motor juga, supaya ga kena polusi ya pasti pakai masker. Awalnya memang terasa sesak, itu karena tidak terbiasa. Tapi kalau kita membiasakan diri, pasti juga terbiasa kok. Ini yang terjadi ketika mengingatkan keluarga dan teman dekat supaya pakai masker. Jawabannya beragam, ada yang bilang ribet, sesak dan lupa. Hemmm, benar-benar harus sabar banget menghadapinya. Alhamdulillah sekarang sudah terbiasa. Dengan terbiasa, bisa membuat kita lebih disiplin menggunakan masker, terutama saat keluar rumah. Kalau mau keluar, ga pakai masker itu berasa ada yang kurang. 

Untuk mencegah dan menekan penyebaran virus corona tentu saja kita harus memperhatikan protokol kesehatan dengan 3M dari mulai Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak. Penting juga untuk menjauhi kerumunan. Ini yang paling saya takuti, karena kita tidak akan tahu siapa yang OTG ataupun yang sedang sakit. Sekarang tuh, kalau lihat yang berkerumun ga pernah mau nyamperin, biarpun itu temen sendiri. Biarpun harus nyamperin, mau gamau duduk berjauhan haha.

Oh iya, memilih masker juga tidak bisa sembarangan ya. Ada jenis masker yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dapat mencegah penyebaran virus, yakni masker yang memiliki tiga lapisan. Sebenarnya ada beberapa jenis masker dan tingkat efektivitasnya, seperti:
  • Masker N95 dengan efektivitas 95% - 100%.
  • Masker bedah, dengan efektivitas 80% - 90%.
  • Masker FFP1. dengan efektivitas 80% - 95%.
  • Masker bahan 3 lapis, dengan efektivitas 50% - 70%.
  • Masker Scuba/Buff, dengan efektivitas 0% - 5%.
Dari artikel yang saya baca di tirto.id, bahwa menurut Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta, dr. Siswanto, masker jenis scuba atau buff memang tidak direkomendasikan. Karena masker jenis ini hanya memiliki satu lapisan dan tidak efektif untuk mencegah penularan virus corona.

Saya sendiri ketika harus keluar rumah pasti memilih untuk memakai masker 3 lapisan filter, dan itu selalu stock. Biarpun begitu, selalu beli masker lucu, apalagi buat anak-anak, yang bisa kami gunakan juga saat di rumah atau pas mau ke warung gitu. Yang penting perlu diingat nih, ketika menggunakan masker untuk cuci tangan atau gunakan hand sanitizer terlebih dahulu.

Kolaborasi Home Credit dan Masker Untuk Indonesia


Ngomongin tentang masker, pada Rabu, 20 Oktober 2020 kemarin ikutan keseruan IG Live FUN Talk #AyoMajuBersama dengan topik "Berani Melangkah Maju Bersama" yang diadakan Home Credit dan Masker untuk Indonesia. Menghadirkan narasumber yakni Patricia Hidris selaku Volunteer Masker untuk Indonesia.

Mba Patricia bercerita tentang gerakan masker untuk Indonesia yang memang sudah diikutinya sejak awal. Menurut mba Patricia memakai masker ini perlu kesadaran diri sendiri. Bukan saja memikirkan diri sendiri melainkan orang lain. Gerakan masker untuk Indonesia mengajak kita semua untuk menyadari pentingnya menggunakan masker, terutama saat keluar rumah. Suka sekali dengan cerita mba Patricia ini, sehingga bisa menginspirasi untuk tetap melindungi diri dan orang lain dengan menggunakan masker.

Masker itu sekarang banyak bentuknya loh. Menurut mba Patricia kalau anak gamau pakai masker, coba deh cari masker yang lucu dan sesuai kesukaan anak-anak, misalnya spiderman. Desain masker untuk Indonesia, juga lucu-lucu loh. Yang menarik nih dari pemaparan mba Patricia, di hari pertama gerakan ini sudah ada 6000 masker, ini menandakan gerakan ini mendapat dukungan masyarakat. Sehingga masker yang didonasikan ke masyarakat membutuhkan semakin banyak ya.

Membaca dari websitenya, masker untuk Indonesia ini merupakan satu langkah bersama untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Konsepnya sederhana, pakai masker di luar rumah untuk jaga diri dan lindungi yang lain. Disini juga bisa pesan masker loh. Cara Masker indonesia bergerak, yakni dengan melakukan beberapa hal:
  1. Sosialisasi. Bekerjasama dengan KOL dan media untuk meyuarakan misi-misi gerakan. 
  2. Kolaborasi. Bekerjasama dengan lokal artist dan UKM untuk menghadirkan produk masker terbaik.
  3. Pesan 1 berbagi 3. Dukung gerakan dengan memakai dan berbagi masker kepada masyarakat yang membutuhkan.
  4. Produksi. Setiap pemesanan akan diproses mitra UKM percetakan dan penjahit lewat platform daring, printerous.
  5. Distribusi. Dukung gerakan dengan memakai dan berbagi masker ke masyarakat yang membutuhkan.
  6. Publikasi. Laporan kembali ke publik untuk setiap penyaluran sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi.
Paling menarik dengan salah satu gerakannya, yakni pesan 1 berbagi 3. Jadi kita membeli satu masker saja, sudah bisa berbagi sebanyak 3 masker. Nah, ini bisa jadi kesempatan kita semua untuk berbagi loh ke masyarakat yang membutuhkan. Apalagi hadirnya gerakan ini juga membantu para UKM yang terdampak.


Selain itu, hadir juga nih desain yang lucu, merupakan kolaborasi antara Home Credit dan Masker untuk Indonesia. Desainnya ini juga sangat menarik, ada tulisan "Ayo Maju Bersama", apalagi ini  merupakan desain hasil karya karyawannya yakni @migonebu dan @kathrinhonestaa. Dengan 2 desain pilihan, kita bisa banget membelinya dan berbagi. Bisa cek atau pesan saja di @maskeruntuk.id.

Untuk lebih lengkapnya, bisa langsung cek saja ya instagram @homecreditid.

Perlu diingat juga, untuk menggunkan masker itu ada batasannya. Kalau pakai masker bedah maksimal 7-8 jam, harus langsung buang dengan mengguntingnya terlebih dahulu. Sedangkan pakai masker kain itu digunakan 4 jam saja, langsung dicuci.

Yuk kita disiplin menggunakan masker, selain melindungi diri kita sendiri, juga untuk orang-orang sekitar yang kita sayangi. Disiplin menggunakan masker, menunjukkan kita bersama-sama berjuang melawan virus dan tetap sehat. Ingat selalu 3M ya ketika keluar rumah, supaya menekan penyebaran virus corona.

Stay safe, stay healthy.




Sumber tulisan jenis masker dan masker untuk Indonesia:
  • https://tirto.id/jenis-jenis-masker-yang-efektif-cegah-virus-selain-buff-dan-scuba-f4CV
  • https://www.maskeruntuk.id/tentang-gerakan

Disiplin Menggunakan Masker Saat Keluar Rumah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ahadi muslih

0 comments:

Post a Comment