Kali ini saya pengen cerita dari perjalanan tahun 2019, ga apalah ya baru sempat nulis, daripada ga ditulis sama sekali, sayang banget. Perjalanan ini sudah dilakukan dari bulan September 2019 ke Bangkok. Dikarenakan padatnya aktivitas, tahun tahun lalu semangat ngeblog rada kendur banget. Padahal biasanya bisa update dua hari sekali. Sedih sih, semoga aja tahun 2020 kembali aktif menulis. Aminkan ya.
Balik lagi dengan cerita perjalanan ke Bangkok September 2019, yang memang tidak ada rencana sama sekali ke negara ini. Tujuan saya menabung untuk travelling adalah bisa mengukirkan jejak di Korea Selatan dan Osaka Jepang. Tapi ternyata belum kesampaian juga. Giliran tabungan terkumpul ga ada temen jalan. Giliran ada temen jalan, malah ga dapat izin pergi. Memang belum waktunya saja mungkin ya buat berkunjung ke dua negara tersebut. Semoga saja secepatnya.
Budget 4 juta bisa liburan singkat di Bangkok
Waktu itu teh Ani tiba-tiba ngeshare promo ke Thailand di grup, ternyata ga mahal juga harganya, ga mikir lagi, saat itu langsung booking. Apalagi beberapa bulan belakangan lagi padat kerjaan, butuh rehat juga sebentar. Ya sudah saat itu juga langsung memilih ikut pergi ke Bangkok. Lagian budget buat travelling juga masih ada. Jadi keuangan masih aman, dan tidak perlu menganggu keuangan lainnya.
Sebelum cerita bagaimana perjalanan ke Bangkok, saya bakalan share dulu nih budget yang dibutuhkan. Alhamdulillah beneran hemat banget, hanya mengeluarkan uang 4.000.000 rupiah, dengan rincian sebagai berikut:
- Tiket pesawat dan hotel: 2.700.000
- Masuk Madam Tussaud: Perkiraan dalam rupiah saat itu 350.000
- Transportasi: Perkiraan dalam rupiah 150.000
- Makan 300.000
- Oleh-oleh: 500.000
Untuk total semuanya kurang lebih adalah 4.000.000. Waktu berangkat saya menukarkan uang rupiah ke bath sekitar 2.500.000. Alhamdulillah balik lagi, biarpun belanja lumayan banyak, tapi lebih banyak yang jastip. Jadi pas balik ke Jakarta, ya uangnya kembali lagi. Dan saya hanya menghabiskan uang 4.000.000 rupiah, sudah termasuk pesawat, hotel, makan dan lainnya. Jujur ya, selama di sana, saya hanya makan mie dan buah-buahan. Jadi untuk makanan terjangkau banget hehe.
Day 1 di Bangkok, dari pindah hotel sampai makan buah
![]() |
| Sampai di Bandara Don Mueang |
Hari itu 6 September 2019 dari rumah saya dan Riri memilih untuk naik Railink ke Terminal 2 Soekarno Hatta. Dan jujur deg-degan banget. Karena hari itu sepertinya ga bakal keburu ke Stasiun BNI City. Niatnya naik Railink itu jam 2an, akhirnya beneran telat, padahal udah lari-lari dong. Karena memang Railink itu tepat waktu. Jadi mohon jangan dicontoh hahaha, biasakan datang ke stasiun 30 menit lebih awal ya. Tiket yang saya beli pun akhirnya hangus wkwkwk.
Untungnya Railink ini berangkat setengah jam sekali kalau belinya offline, kalau online ga semua jadwalnya masuk. Dan harganya pun berbeda. Akhirnya saya memilih beli ditempat dengan tiket 70.000, kalau online belinya 40.000. Tak apa ya, daripada telat. Akhirnya setengah 3 kami berangkat ke Bandara. Alhamdulillah dari BNI City hanya butuh waktu 41 menit sudah sampai Soekarno Hatta. Sampai ke Soekarno Hatta dilanjutkan naik Skytrain ke Terminal 2, dan cuma beberapa menit saja sudah sampai Terminal 2.
Lumayan ngos-ngosan tuh, takutnya telat, karena pesawat kami berangkat jam 16:30. Di Terminal 2 sudah ada teh Ani dan Sekar menunggu. Dan benar saja, baru juga duduk sebentar dan ngobrol, sudah ada pengumuman untuk boarding time. Huh, untung saja tidak ketinggalan pesawat. Kalau sudah duduk di pesawat udah tenang banget. Perkiraan sampai di Donmuang International Airport sekitar 20:10 waktu Bangkok.
![]() |
| Jadi mari senyumin buat yang ngos-ngosan |
Saat di Bandara Don Mueang untuk menuju hotel di kawasan Khao San Bangkok memilih menggunakan bus dengan No. A4. Alhamdulillah hari itu dapat bus yang terakhir juga jam 21:00. Tenang sudah bisa duduk manis ke hotel. Dan untuk ongkosnya sekitar 50 baht atau sekitar 23.000. Cukup terjangkau sih menurut saya.
Sebenarnya ini perjalanan pertama kami, beneran nekad banget, tapi seru sih. Tanya sana sini biar ga salah arah juga. Saat di Bus kami sering bertanya juga, karena takutnya terlewat juga. Yang saya ingat malam itu turun di dekat lampu merah dan banyak tuk tuk juga. Bermodalkan maps untuk sampai ke Hotel. Jalan kaki lumayan lama, akhirnya sampai di Wild Orchid Villa, ternyata tempatnya masuk gang-gang gitu. Sempet puyeng juga carinya. Sesampainya di hotel, kami di antar ke hotel lain di kawasan Khaosan Road. Lupa pastinya kenapa waktu itu, ga salah belum siap kamarnya. Karena terlalu lelah juga, akhirnya kami diantar ke hotel lain.
Sungguh kaget saat jalan ke kawasan Khao San Road, mana gerek-gerek koper, desek-desekan, kanan kiri suara musik, asap rokok dimana-mana, disitu pengen secepatnya sampai hotel. Sebelum berangkat tuh sering banget dengar dan baca di beberapa artikel tentang kawasan Khao San road yang merupakan surganya para backpaker, cari apapun disini pasti ada. Pantesan rame banget, karena Khao San Road ini termasuk pasar malam yang tertua di Bangkok. Kalau pagi sih seperti jalanan biasa, baru malam jadi begitu ramai sekali.
![]() |
| Kawasan Khao San Road saat malam ramai, dari yang jual makanan sampai souvenir, dan kalau pagi langsung seperti biasa (foto kiri paling bawah) |
Malam itu biarpun sudah jam 11 malam, kami memilih keluar untuk cari makan, biarpun kawasan ini makin malam makin rame. Lumayan lama tuh muter cari makanan halal. Karena baru pertama kali, jadi belum paham juga, tempat makanan halal dimana aja. Baru deh setelh pulang ke Jakarta, dapat info makanan halal di kawasan Khaosan Road hehe. Karena muter-muter lumayan lama, akhirnya saya memilih membeli buah, kebab, mie dan minuman segar buat ngisi perut. Sedangkan yang lain memilih seafood dan makanan lainnya.
Terus pindah hotel gimana rasanya? Pokoknya aduhai banget, kami dapat lantai 4 dan itupun harus lewat tangga. Jadi kalau turun lagi udah males aja. Udah deh memilih untuk diem ga banyak keluar kalau sudah di kamar haha. Neng lelah bang naik turun tangga. Hari itu saya baru bisa tidur sekitar jam 2 pagi, mungkin efek musik diluar yang keras banget, jadi susuh buat merem.
Day 2 mengunjungi tempat wisata di Bangkok
1. Menuju The Grand Palace Bangkok
Tempat pertama yang saya dan teman-teman kunjungi adalah The Grand Palace Bangkok, jaraknya dari Khaosan Road ga terlalu jauh juga, kalau tidak salah 1.6 kilo aja kok. Itupun pas cek dari Maps. Sepanjang jalan banyak yang menawari kami untuk diantar ke lokasi tujuan, malah ada yang bilang jauh juga. Padahal mah deket banget jalan kaki. Jadi, kami lempeng aja gitu. Karena yakin dengan Maps hehe.
Ternyata bener dong ga lama sudah sampai tujuan. Cuman kami banyak berhenti saja. Lihat jembatan kece dan bangunan yang instagramable langsung berhenti. Begini kalau content creator, foto yang dibuat harus sebagus mungkin. Sekaligus abadikan momen dan buat bahan tulisan di blog juga, seperti sekarang ini yang saya tuliskan.
![]() |
| Bangkok City Pillar Shrine |
Di seberang The Grand Palace Bangkok ada yang jualan minuman khas Bangkok, yakni Thai Tea, harganya juga lumayan terjangkau kok, yakni sekitar 50 Baht. Sebenarnya ada berbagai rasa sih, cuman thai tea selalu jadi pilihan. Padahal sebelumnya saya sendiri habis ngopi. Mulai deh tuh perut kerasa mules-mules ahahaha.
![]() |
| Gedung Kementerian Pertahanan Bangkok |
The Grand Palace benar-benar megah sekali, dari halaman luar saja udah megah banget. Disana banyak sekali pengunjung, apalagi di hari sabtu pasti lebih banyak. Saya dan teman-teman hanya foto-foto di luar, tidak masuk ke dalam, karena memang masih banyak yang ingin dijelajahi.
Dan disini drama pun dimulai. Saya mulai mules-mules sampai harus bulak balik ke kamar mandi, efek dari malem makan buah, paginya belum sarapan langsung kopi dan thai tea. Udah komplit deh itu perut. Udah lemes banget tuh di The Grand Palace. Untungnya punya temen-temen yang solid dan mau sabar banget. Aku yang mules-mules ditungguin. Alhamdulillah.
Biarpun hanya di luar, kami sangat puas kok berada di Grand Palace Bangkok yang sangat megah. Apalagi banyak spot foto yang instagramable juga di luarnya. Dan saya juga puas bisa mengukirkan jejak di tempat ini. Jadi tahukan seperti apa Grand Palace Bangkok yang sangat megah.
2. Menuju Chatuchak Weekend Market
![]() |
| Istana Dusit |
Karena drama sakit perut mulai reda, saat itu pun melanjutkan perjalanan. Tadinya mau ke Wat Arun, tapi dipikir-pikir sama saja, akhirnya hari itu diputuskan untuk langsung ke Chatuchak Weekend Market. Hari itu kami memutuskan naik taksi. Setelah tawar menawar dapat 200 baht, Alhamdulillah baik juga draivernya. Malah kami diajak ke beberapa tempat sebelum menuju Chatuchak, seperti melihat Istana Dusit yang bergaya Eropa, dibangun pada tahun 1900. Dari luar terlihat megah sekali, dengan penjaga istana yang juga terlihat gagah.
Setelah melihat istana Dusit, perjalanan pun berlanjut. Kali ini mengunjungi GEMS Gallery Bangkok. Ternyata banyak juga loh wisatawan yang datang kesini, bahkan untuk membeli perhiasan. Jadi disini, selain bisa melihat bergam koleksi perhiasan, bisa beli juga loh. Untuk harganya juga beragam sekali.
![]() |
| Di GEMS Gallery tidak banyak foto-foto, jadi cuma foto di luar yang sedang membuat perhiasan |
Di GEMS Gallery tidak lama juga, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan langsung menuju Chatuchak Weekend Market. Kami sempat lapar dan muter-muter cari makanan. Pas lihat tempat makan, ternyata no halal semua. Ya sudah saat itu juga langsung keliling saja. Untungnya nemu buah-buahan dan es kelapa. Iya kembali makan buah. Sungguh aku selama disana beneran makan buah. Ya sudah ya, ga apa-apa deh lebih sehat jugakan?
![]() |
| Selamat belanja di Chatuchak Weekend Market |
3. Menuju Museum Madame Tussauds Bangkok
![]() |
| Menuju Museum Madame Tussauds Bangkok |
Naik BTS di Bangkok rapi juga, antri biarpun hari itu banyak penumpangnya. Ga ada ceritanya itu dorong-dorongan. Perjalanan menggunakan BTS ke Siam membutuhkan waktu kurang lebih 30 menitan saja. Sesampainya di Siam BTS Station langsung ga enak hati, karena dapat telpon anak sakit. Duhhh, nyess banget hati, antara pengen nangis dan cepat-cepat pulang ke Indonesia. Di Siam Station sempat duduk dulu untuk mencari kabar kondisi anak. Alhamdulillah langsung dibawa ke dokter, dan hati mulai tenang. Beneran deh jalan-jalan kemarin itu, antara senang-senang dan kepikiran rumah haha.
Karena sudah dapat informasi anak bisa ditangani, bisa melanjutkan perjalanan ke Siam Discovery Center untuk berkunjung ke Museum Madame Tussauds Bangkok. Setelah tanya sana sini, sampailah di lokasi. Akhirnya kesampaian juga bisa melihat secara langsung patung liling dari tokoh-tokoh dunia, bahkan Presiden Pertama Indonesia juga ada disini.
Saat berada di Madam Tussauds beneran deh, langsung pengen foto-foto sama tokoh-tokoh yang sebagian saya kenal, ada Jay Chou, Jacky Chan, Lady Diana, Ir. Soekarno, Anggun, David Beckham, Beyonce, Barack Obama dan istri, Albert Einstein, Shahrukh Khan, hingga Katy Perry. Pokoknya patung lilin tokoh-tokoh dunia ini banyak banget, kalau ga salah ada sekitar 100, soalnya banyak sekali.
Untuk tiket berapa? Waktu itu berempat 3222 baht, perorangnya 805,5 baht atau sekitar 376.000 rupiah. Puas sih foto-foto dengan patung lilin dari tokoh dunia, kapan lagikan? Bahkan hari itu dapat kesempatan juga untuk nonton Ice Age 4D, seru banget. Hari kedua di Bangkok terlalu seru dan banyak cerita. Sampai akhirnya kami pulang dengan menggunakan tuk tuk dengan membayar 150 baht. Yang menarik nih saat berada di kawasan Siam menunggu tuk tuk ada pemberitahuan bahwa beberapa kawasan termasuk area publik bebas rokok. Dan aturan ini harus diikuti, termasuk wisatawan, jadi hati-hati ya jangan sembarangan merokok juga, karena bisa kena denda 5000 baht atau sekitar 2,3 juta rupiah.
Kalau melihat aturan seperti ini udara bisa bersih dan bebas asap rokok, jalan-jalan jadi nyaman jugakan? Yang punya alergi udara kotor seperti saya bisa tenang nih, soalnya bisa aman ga mimisan juga. Jadi kalau suka merokok saat travelling dan mau ke Thailand, coba deh rajin baca informasinya, daripada kena dendakan. Paling aman sih jangan ngerokok.
Hari ini sebenarnya lama juga nunggu tuktuk, setelah dapat dan nego harga, akhirnya kamipun pulang ke Hotel di kawasan Khao San Road dengan aman. Dan bisa istirahat dengan pulas setelah seharian jalan-jalan. Sebenarnya masih kurang lama, dan pengen jalan-jalan lagi ke Bangkok, semoga saja ada rezeki, ada teman juga, dan bisa travelling kesana lagi.
![]() |
| Aku kangen sama es ini, beneran enak banget, kan jadi kangen loh |
Semoga di 2020 ini, banyak cerita juga yang bisa saya tuliskan, entah itu tentang travelling, dunia anak, keuangan, hingga pernikahan. Ini tulisan perdana saya di 1 Januari 2020.
Sekali lagi selamat tahun baru 2020 ya 😍😍😍.
















0 comments:
Post a Comment