[Dunia Anak] Selamat malam Bunda. Bagaimana kabar anak-anak malam ini? Semoga selalu sehat ya.
Melihat aktivitas anak-anak setiap hari terkadang selalu ingin mengabadikannya di media sosial ya bunda. Sama dong seperti saya, yang selalu ingin share keseharian dan tumbuh kembang anak-anak. Saya suka sekali abadikan moment saat anak-anak bisa tengkurap, merangkak, berjalan, hingga seperti sekolah. Tapi tidak semua saya share ke media sosial, karena harus bijak juga dalam bermedia sosial. Seperti yang diungkapkan Nucha Bachri selaku founder Parentalk yang membahas tentang "Creating Valuable Content".
Mba Nucha menjelaskan nih media sosial itu perlu banget loh privasi keluarga dijaga, yang perlu dihindari seperti posting foto anak tanpa pakaian, menunjukkan tampak depan dan isi rumah, mengumbar kartu identitas (KTP, KIA, SIM, Paspor), menunjukkan kode boarding pass dan barcode tiket, posting atribut sekolah anak dan curhat aib keluarga di media sosial. Pasti gemas sekali bunda lihat anak di masa tumbuh kembangnya, tapi suka banyak yang bablas, sampai-sampai anak tanpa pakaian diposting juga. Jadi mulai sekarang mulai bijak bermedia sosial ya bunda. Mba Nucha juga kasih contoh nih, di media sosial seperti Instagram bisa loh posting foto yang kece dan tidak blur, hingga memanfaatkan fitur yang tersedia.
Alergi dan tumbuh kembang anak
Nah bunda, kalau pengen buat konten tentang aktivitas dan masa tumbuh kembang anak bisa dibuat sebijak mungkin. Tidak harus memperlihatan keseluruhan muka anak, bisa juga menyamping atau saat anak menunduk, yang penting foto tetap terlihat kece bunda.
Ngobrolin masa tumbuh kembang anak memang ga ada habisnya ya bun. Saya memiliki dua orang anak, Alhamdulillah keduanya sehat dan tumbuh kembangnya baik. biarpun semenjak mereka lahir ada saja yang menganggu tumbuh kembangnya. Salah satunya adalah alergi. Emmm ga enak banget bun kalau anak sudah alergi. Selain harus menjaga asupan makanannya, saya juga harus selalu menjaga cemilan dan kesehatan anak. Karena di masa tumbuh kembang anak masih membutuhkan asupan gizi dan nutrisi.
Protein menjadi salah satu komponen nutrisi seimbang yang berperan untuk pembentukan struktur sel, membantu sel menjalankan fungsinya dan mengatur banyak fungsi di dalam jaringan tubuh dan organ. Terus, gimana ya kalau anak alergi protein seperti susu sapi? Tentu saja sedih ya bun. Soalnya di masa tumbuh kembang anak, masih membutuhan nutrisi, seperti protein.
Alergi adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh berekasi terhadap sesuatu yang biasanya tidak berbahaya. Pemicu alergi dinamankan alergen. Alergen ini merupakan pencetus alergi, bisa berupa makanan, dan sesuatu yang terhirup. Dalam penyampaian Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes adapun contoh makanan yang termasuk alergen dari mulai susu sapi, kacang kedelai, hingga makanan laut. Kejadiam alergi menurut WHO, penduduk dunia yang mengalami alergi sebanyak 30-40%. Bahkan hingga 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan. Sedangkan 7,5% anak di Indonesia mengalami alergi susu sapi. Duuh sedih ga sih mendengarnya?
Pasti sedih banget, padahal asupan nutrisi susu sapi sangat penting loh, karena merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Alergi ini ga bisa dianggap enteng, bunda harus tahu nih faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko alergi pada si Kecil, seperti kelahiran secara sesar, riwayat alergi pada keluarga, hingga asap rokok. Yang bikin kaget dari penyampaian Prof Budi adalah tentang kelahiran sesar, karena kedua anak saya, lahirnya jugsa sesar. Ku baru tahu loh, kelahiran sesar ini bisa menyebabkan penundaan perkembangan bakteri baik dalam usus. Selain itu, gejala alergi bisa muncul di kulit, saluran pernapasan dan saluran cerna. Tentu saja inilah yang bisa menghambat tumbuh kembang anak. Terus apa yang harus dilakukan untuk pencegahannya ya?
- Anak yang memiliki risiko tinggi alergi berdasarkan faktor genetik pada keluarga, pencegahan bisa dilakukan sejak awal kehamilan.
- Jangan mengenalkan makanan padat anak, kalau usianya belum sesuai. Minimal di atas 6 bulan. Karena, kalau anak diberikan makanan saat usianya di bawah 6 bulan, meningkatkan risiko atopic.
- Hindari rokok saat sedang hamil, karena akan menimbulkan risiko alergi.
- Selama hamil, ibu bebas makan apapun, kecuali ibu alergi dengan makanan tertentu. Kalau ibu diet makanan saat hamil, itu bisa mengakibatkan risiko kurang gizi dan protein yang bisa merugikan janin di dalam kandungan.
- Paksinasi tetap dilakukan pada anak, supaya alergi lebih rendah.
- Melahirkan normal lebih baik, karena akan menghindarkan alergi.
- Berikan ASI Eksklusif pada anak selama 6 bulan. Karena ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk anak. Semahal apapun makanan, ASI tetaplah yang terbaik, dan bisa menjadi obat terbaik untuk mencegah anak dari alergi.
- Kalau anak tidak mendapat ASI, pakailah susu formula yang hidrolisat parsial atau ekstensif untuk pencegahan alergi. Bayi dengan risiko tinggi alergi, formula hidrolisat efektif dan aman.
Asupan nutrisi anak
Nah terus gimana dengan anak yang alergi?
Anak-anak dengan faktor risiko tidak toleran terhadap protein susu sapi tidak berkesempatan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sama dengan anak lainnya. Adapaun kondisi si Kecil yang tidak dapat mengkonsumsi susu sapi seperti adanya alergi, intoleransi laktosa dan galaktosemia. Sebagai orangtua, penting banget mencari alternatif nutrisi agar kebutuhan makronutrien, termasuk protein dan mikronutrien tetap terpenuhi. Terus apa ya yang tepat?
Tentu saja bunda bisa memilih alternatif pemberian nutrisi bagi si Kecil yang tidak cocok protein susu sapi. Seperti yang diungkapkan Prof Rini, formula dengan isolat protein soya merupakan nutrisi yang tidak kalah baik bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Nutrisi isolat protein kedelai (Soya) menjadi produk derivikasi kedelai, dan bebas protein susu sapi dan laktosa. Selain itu nutrisi soya ini di fortifikasi dengan mikronutrien seperti zat besi, dengan kandungan vitamin, mineral dan elektrolit. Formula isolat protein kedelai (Soya) terbukti aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Bahkan Natasha Rizky sebagai aktris dan seorang ibu membagikan sharingnya, bagaimana Miskha tidak cocok mengkonsumsi susu sapi yang sempat membuatnya khawatir akan pemenuhan nutrisinya. Natasha dan Desta sangat memperhatikan asupan nutrisi anak-anaknya supaya tumbuh kembangnya optimal. Dengan hadirnya alternatif solusi nutrisi seperti formula soya dapat membantu para orangtua dalam memenuhi nutrisi terbaik bagi si kecil yang tidak cocok minum susu sapi. Sehingga dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil untuk memiliki potensi prestasi menjadi anak generasi maju.
SGM Eksplor Advance+ dengan 5 Kebaikan ComplinutriSoy+
Meutia Athaya selaku Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya memaparkan bagaimana saat ini para bunda memiliki paparan tinggi terhadap media sosial dalam mengakses informasi. Dimana ada 79% bunda Indonesia meningkatkan pencarian informasi di internet setelah menjadi seorang ibu. Nah, cari informasi seputar tumbuh kembang atau bahkan alergi, bisa langsung cek nih bunda digital kampanye #BundaTanggapAlergi dengan 3K dan www.alergianak.com. Serta tenaga kesehatan baik itu bidan, maupun dokter spesialis anak. Dan usaha tersebut sudah berhasil mengedukasi 100 juta bunda.
Apalagi dari yang diungkapkan Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia yang mengungkapkan bahwa Sarihusada, yang menjadi bagian dari pusat riset Danone Nutricia Research, didukung oleh keahlian dan jejeraing yang dimiliki pusat riset dan inovasi di sleuruh dunia. Dan kini juga hadir SGM Eksplor Advance+ Soya dengan 5 kebaikan:
- Kebaikan dari Minyak Ikan, Omega 3 dan 6.
- Ada kebaikan 13 vitamin dan 6 mineral.
- Mengandung kebaikan 100% isolat protein soya yang berkualitas.
- Bebas laktosa.
- Memiliki kebaikan dengan sumber serat.
SGM Eksplor Advance+ Soya sudah terdaftar di BPOM RI MD 832012005019 yang bisa menjadi alternatif nutrisi untuk si Kecil yang alergi minum susu sapi. Bunda pasti sudah tahukan bahwa protein menjadi salah satu komponen nutrisi seimbang yang berperan untuk pembentukan struktur sel, membantu sel menjalankan fungsinya, dan mengatur banyak fungsi di dalam jaringan tubuh dan organ. Dan kekurangan protein inilah yang terkadang suka bikin khawatir para orangtua, yang bisa mengakibatkan tumbuh kembang anak terganggu.
Dalam Complinutri Soy+ diperkenalkan dengan minyak ikan , Omega 3 & 6, Kolin dan Zat Besi. Dimana kandungan minyak ikannya berasal dari ikan tuna (0,02%), sedangkan untuk Omega 3 (Asal Linoleat) sebesar 52 mg/saji dan Omega 6 sebesar 601 mg/saji. Terus ada zat besi yang merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh, dan Vitamin A yang dapat membantu mempertahankan keutuhan lapisan permukaan (mata, saluran pencernaan, saluran pernafasan dan kulit) . Selain itu ada juga Serat pangan Inulin, Zinc dan Vitamin C yang bisa membantu dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen.
Complinutris Soy+ juga ada Kalsium yang membantu dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi, dan Vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium. Nah, kalau sudah begini bunda bisa tenang kalau anak tidak minum susu sapi, karena ada SGM Eksplor Advance+ Soya yang bisa diminum si Kecil mulai 1 Plus. Dengan hadirnya alternatif nutrisi yang tepat, si Kecil tetap dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal agar kelak dapat mencapai potensi prestasi dan tumbuh menjadi Anak Generasi Maju.










0 comments:
Post a Comment