[Lifestyle] Menyaksikan kisah Pidi Baiq saat masa-masa kuliah di fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang difilmkan dengan judul Koboy Kampus pada 18 Juli 2019 membangkitkan kenangan saat menjadi mahasiswi. Banyak sekali masa indah di kampus yang selalu dirindukan, bukan tentang cinta, tapi tentang makna persahabatan dan cerita-cerita seru lainnya.
Masa-masa di kampus, saya lebih banyak aktif di Teater dan Pers Mahasiswa. Membuat berita dan mengisi mading, latihan buat pagelaran teater, hingga menulis banyak puisi. Jadinya mulai terkenang, ketika Koboy Kampus yang berlatar belakang di tahun 98, menceritakan tentang seorang Pidi Baiq dan teman-temannya lebih suka mengkritik dari sisi kreatif, yakni dengan musik. Tentu itu berbeda dengan teman-teman lainnya yang berorasi untuk mengkritisi pemerintahan di masa itu.
Biarpun di tahun 98an saya baru masuk SMP, ada banyak kenangan yang bikin saya ketawa lepas. Selain akting pemainnya yang super dan bikin ketawa. Ada juga masa kita diajak untuk mengenang suasana wartel, telpon koin. Apalagi pas telpon pake koin, eh koinnya keluar banyak. Nonton Koboy Kampus, rasanya kembali ke masa yang penuh cerita. Biarpun saya baru masuk kampus di tahun 2004. Tapi ada hal yang membuat saya memiliki banyak kenangan setelah nonton Koboy Kampus, seperti:
![]() |
| Photo by Canva |
- Lihat yang orasi, jadi ingat dulu diajakin demo, tapi ga pernah mau, karena panas dan aku bisa pingsan.
- Pas lihat karya seni, jadi ingat bagaimana saya dan teman-teman mempersiapkan pementasan kalau ada acara di kampus.
- Pas lihat pada makan bareng teman. Jadi ingat selalu makan siang bareng sama teman. Dan saya termasuk muter otak kalau jajan, harus cari yang murah meriah. Karena sebulan sekali saya dapat jatah 300.000 untuk makan dan ongkos. Alhamdulillah banget itu bisa cukup sebulanan.
- Pas Ricky Harun sebagai Ninu ditanya tentang kuliah sama dosen, terus temannya ditanya kapan lulus sama orangtuanya. Jadi ingat, waktu itu malah ditanya calon suami kapan lulus hehe. Dan saya lebih memilih mata pelajaran ke tingkat atas supaya cepat beresnya.
- Diapelin teman atau kakak kelas. Nah lihat adegan ini, jadi inget juga didatengin kakak kelas dari kampus yang main ke rumah, sampai akhirnya ga pernah jadian, karena saya sudah lebih dulu pacaran sama suami sekarang.
Banyak banget cerita di film Koboy Kampus, yang beneran bisa membuka kenangan dari masa lalu, terutama anak 90an ya. Koboy Kampus merupakan film yang diambil dari kisah Pidi Baid, diproduksi oleh kerjasama antara 69 production dan MNC Pictures, yang tidak lepas dari The Panasdalam Bank, sebuah band asal Bandung yang tidak mau disebut sebagai band. Lagu-lagu yang ada di film ini memang enak didengar.
Yang saya suka banget nonton dilm ini, ada sisi religiusnya, yang memperlihatkan gimana mereka rajin solat. Bahkan untuk mengkritisi pemerintahan, Pidi Baiq dan kawan-kawannya lebih suka lakukan dengan sisi kreatif, daripada turun ke jalan. Bahkan Pidi Baiq punya negara The Panas Dalam, dan disini banyak kelucuan yang terjadi. Terus akhirnya gimana ya kisah mereka? Bisa nonton langsung deh film Koboy Kampus yang mulai tayang di Bioskop tanggal 25 Juli 2019. Jangan sampai ketinggalan loh, dijamin bakal membuka banyak kenangan indah. Entah itu kenangan di masa di kampus ataupun kenangan di tahun 90an yang belum masuk era digital seperti sekarang. Yang mau telponan saja harus ke wartel, hayo siapa yang sering begini?
Film disutradarai langsung oleh Pidi Baiq dan Tubagus Deddy. Dan diperankan oleh:
- Jason Ranti sebagai Pidi Baiq
- Ricky Harun sebagai Ninu
- David John Schaap sebagai Erwin
- Miqdad Addausy sebagai Dikdik
- Bisma Karisma sebagai Deni
- Steffi Zamora Husein sebagai Rosi
- Danilla Riyadi sebagai Nova
- Vienny JKT48 sebagai Nia
- Christina Colondam sebagai Santi
- Jennifer Lepas sebagai Inggrid
- Anfa Safitri sebagai Rianto
- Chicha Koeswoyo sebagai Ibunya Pidi
- Ria Irawan sebagai ibunya Nia
"Kampusmu adalah kampusmu, tetap yang terbaik. Orang-orang yang harus tahu. Semuanya adalah romantisme, sisanya adalah perjuangan". Ini meruapakan sebuah quotes dari Pidi Baiq yang menggambarkan kisah Koboy Kampus. Sudah siap ya bernostalgia di tanggal 25 Juli 2019?
Saya yang bukan mahasiswa tahun 90an seneng banget lihatnya. Apalagi yang sudah kuliah seangkatan sama Pidi Baiq dan teman-temannya ya. Masa-masa di kampus memang selalu dirindukan. Masa dimana saya juga belajar banyak hal untuk bekal di masa depan. Masa-masa di kampus menjadikan rindu dan penuh kenangan, biarpun kenangan itu terkadang terasa perih dan pahit. Dimasa ini, saya menemukan banyak cerita yang menjadikan pelajar hidup. Di masa kuliah saya mendapatkan ilmu mengelola keuangan yang akhirnya bisa selalu saya aplikasikan hingga kini.
Masa-masa di kampus selalu ditindukan, hingga rasanya ingin kembali ke masa itu, masa dimana saya mengenal sahabat, masa dimana saya belajar keuangan, hingga masa dimana saya bertemu dengan jodoh. Biarpun pada akhirnya saya akan menangis, karena masa kuliah, masa perpisahan terakhirku dengan ayah tercinta yang selalu menantiku pulang dari kampus, entah itu panas, entah itu hujan deras, ayah akan selalu menjemputku di pemberhentian angkutan umum.
Rindu masa-masa di kampus dan ditanya kapan diwisuda? Berarti sudah siap nonton Koboy Kampus?




0 comments:
Post a Comment