Melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil, akan memberikan dampak luar biasa untuk kehidupan supaya menjadi lebih baik. Seperti buang sampah pada tempatnya, memilah sampah rumah tangga, hingga bijak berplastik untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan. Untuk selamatkan bumi, selain menjaga lingkungan, alangkah baiknya untuk tidak boros dalam menggunakan listrik. Supaya masa depan bumi menjadi lebih baik.
Sebagai ibu muda yang mengatur keuangan rumah tangga, saya harus mengelola keuangan dengan sebaik mungkin. Mengelola keuangan bisa dimulai dengan membuat beberapa pos, seperti pos zakat, cicilan, tabungan, investasi, gaya hidup dan biaya hidup (termasuk bayar listrik, air dan asuransi). Senang rasanya hemat uang, karena bisa konsisten menabung.
Hemat uang sudah bisa, bagaimana dengan hemat energi di rumah?
Hemat uang saja belum cukup, kalau bayar listrik masih membengkak. Seperti 4 bulan lalu, saya bayar listrik hingga delapan ratus ribu. Dengan daya listrik 1300 Volt Ampere (VA), biasanya saya bayar empat ratus ribu hingga lima ratus ribu. Saya tidak mau boros listrik, dan bayar bulanan menjadi besar, karena itu sama saja bakal mengurangi pos tabungan dan investasi. Sebagai ibu muda saatnya ikut beraksi untuk melakukan perubahan, terutama dalam penghematan energi. Adapun cara sederhana saya hemat energi di rumah, yakni:
1. Cari tahu penyebab pemborosan listrik. Kaget lihat tagihan listrik, padahal barang di rumah biasa aja, ada televisi hingga AC (Air Conditioner). Beberapa bulan lalu cuaca panas sekali, jadi kalau ada di rumah, menyalakan AC bisa seharian. Solusi yang saya lakukan:
- Mengatur jadwal penggunaan AC. Cukup nyalakan AC jam 23:00, dan matikan jam 04:00 WIB.
- Lakukan service AC rutin, idealnya 3 bulan sekali. Karena AC yang jarang dibersihkan, pasti kotor. Itu akan membuat kerja mesin menjadi berat. Sehingga daya listrik cepat, maka dari itu jadi boros.
- Matikan lampu saat tidak dibutuhkan, terutama saat tidur. Nyalakan lampu sebaiknya jam 6 sore.
- Charge ponsel saat pagi hari.
- Nyalakan mesin air satu hari sekali, yang penting kebutuhan air sudah mencukupi.
- Cuci baju 2 hari sekali, supaya hemat air dan listrik. Serta cuci baju secara manual dan kurangi penggering pakaian.
- Setrika baju satu minggu sekali. Setrika baju yang penting saja untuk kerja dan sisanya langsung dilipat.
- Cabut barang elektronik yang sudah tidak digunakan, terutama saat meninggalkan rumah, dan usahakan memilih barang elektronik yang wattnya rendah.
3. Menggunakan lampu LED di rumah. Karena lampu LED bisa hemat energi hingga 89% dan lebih ramah lingkungan, yakni bebas UV dan tidak mengandung mercury. Apalagi produk lampu yang saya gunakan sudah berteknologi Interlaced Optics, membuat nyaman dan wattnya rendah. Lampu LED juga lebih tahan lama, dan masa pakainya bisa mencapai 20.000 jam.
Konsisten melakukan cara sederhana di atas, tagihan listrik bisa turun hingga membayar 461.256 rupiah. Sehingga sisa biaya listrik langsung saya tabung. Hemat listrik bisa menjadi gaya hidup dan memberikan kesadaran kepada kita untuk lebih peduli. Karena di pelosok masih banyak yang belum merasakan listrik. Kalau suatu daerah sudah mendapatkan penerangan, bisa berdampak pada aspek sosial dan ekonomi, misal mengembangkan usaha. Ingin semakin hemat? Saatnya beraksi dengan beralih ke energi terbarukan yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan, seperti energi tenaga surya, tenaga angin, arus air hingga panas bumi.
Jadi ingat dengan anak muda yakni Gamma Thohir yang membuat proyek di bidang energi, dengan menghadirkan Micro Hydro untuk Kasepuhan Ciptagelar. Micro Hydro merupakan sumber energi yang ramah lingkungan dan bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia. Micro Hydro menggunakan arus air di desa yang turun ke lembah dari perbukitan dan menghasilkan debit air yang dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin. Micro Hydro memiliki 3 komponen utama, mulai dari air yang menjadi sumber energi, turbin dan generator. Sekarang ini Micro Hydro telah mampu memberikan manfaat luar biasa untuk Kasepuhan Ciptagelar.
Energi terbarukan untuk rumah tangga apa ya?
![]() |
| Sumber Canva |
Saat mengikuti workshop “Saatnya Energi Muda Beraksi” bersama Coaction Indonesia, saya jadi mulai memahami tentang energi terbarukan. Sumber energi tenaga surya bisa menjadi pilihan untuk rumah tangga. Biarpun biaya instalasi tenaga surya pasti membutuhkan dana yang lebih besar, bisa sampai 15 juta rupiah. Tapi tentunya bisa lebih hemat kedepannya. Energi ini bisa menjadi pendamping penggunaan listrik PLN di rumah, apalagi kalau sering ada pemadaman. Beralih ke energi terbarukan, bisa menjadi pilihan, untuk jadikan hidup lebih baik dan hemat energi. Mari selamatkan bumi dengan hemat energi.






0 comments:
Post a Comment